JUALPAPERBAG.COM Solusi Kemasan Ramah Lingkungan

Beranda » Blog » Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon

Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon

Diposting pada 16 January 2018 oleh Hariyanto / Dilihat: 66 kali

Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon

Cetak Sablon – Merintis usaha rumahan cetak sablon hingga saat ini masih memiliki peluang yang cukup besar. Hal ini mengingat kebutuhan cetak-mencetak semakin hari semakin banyak, mulai dari cetak kartu nama, undangan, spanduk, kaos, dan lain sebagianya.

Meski mesin digital sudah banyak beredar namun usaha sablon juga masih tetap bisa eksis karena masih banyak media cetak yang belum terlayani dengan menggunakan mesin digital. Beberapa media yang belum bisa dikerjakan dengan mesin cetak digital misalnya pada bahan-bahan khusus seperti kayu, logam, dan kaca. Misalpun ada mesin yang bisa mencetak media-media tersebut namun masih sangat jarang.

Tak terbatas pada bahan-bahan khusus yang telah disebutkan diatas, merintis usaha rumahan cetak sablon juga masih dapat dilakukan untuk melayani berbagai order dari bahan baku plastik, kertas dan kain. Beberapa layanan yang masih tetap bisa dikerjakan melalui cetak sablon ini diantaranya mencetak kemasan produk atau tas kertas, kartu nama, sertifikat, undangan dengan desain khusus, kaos, bendera dan juga spanduk.

Cetak Sablon

Langkah-langkah untuk merintis usaha rumahan cetak sablon sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah :

1. Menentukan bidang pekerjaan.

Bidang pekerjaan usaha rumahan cetak sablon memang masih cukup luas, semakin banyak jenis media yang dikerjakan tentu akan semakin banyak pula jenis peralatan, bahan baku dan sumber daya yang dibutuhkan sehingga modal juga semakin banyak diperlukan. Menentukan bidang pekerjaan sejak dari awal perintisan memang lebih baik dilakukan, hal ini juga akan mempermudah dalam menentukan pasar yang dituju.

Cara termudah menentukan bidang usaha cetak sablon ini misalnya dengan mengerjakan cetakan khusus berbahan plastik dan kaca, atau usaha yang didirikan khusus mencetak media kain seperti kaos dan spanduk, dan lain-lain. Dengan demikian maka usaha rumahan Anda bisa termasuk usaha yang spesialis mengerjakan bidang pekerjaan tertentu.

2. Menyusun sistem manajemen usaha

Sistem manajemen disini bisa diartikan secara sederhana sebagai sebuah sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan usaha dan evaluasi kerja. Meski hanya dalam bentuk usaha rumahan, jika menggunakan sistem manajemen yang bagus tentu akan bisa berkembang lebih baik. Tak sedikit usaha cetak sablon yang harus gulung tikar karena kesalahan manajemen.

Untuk itulah segala kegiatan yang akan dilaksanakan dalam usaha rumahan cetak sablon juga harus direncanakan secara matang, diorganisir dengan baik, dan dilaksanakan sebaik mungkin dan secara rutin diadakan evaluasi agar pekerjaan yang akan dikerjakan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Menentukan segmen pasar yang dituju

Ditengah-tengah kuatnya persaingan yang ada saat ini, menentukan segmen pasar yang dituju menjadi pilihan yang tak terelakkan lagi. Melayani semua segmen pasar memang menggiurkan, namun hal ini sangat membutuhkan energi dan modal yang sangat besar. Oleh karena itu dalam merintis usaha rumahan cetak sablon tentukan juga konsumen mana yang akan disasar. Sasaran pasar ini bisa ditentukan berdasar letak wilayah (geografis), tingkat ekonomi, dan lain sebagainya.

4. Menyiapkan modal usaha

Mendirikan usaha apapun memang sedikit-banyak akan membutuhkan modal, termasuk dalam merintis usaha rumahan cetak sablon. Modal disini bisa berupa uang tunai ataupun modal lainnya seperti modal keterampilan, modal tempat usaha, modal peralatan, dan sebagainya.

Jika semua modal yang telah disebutkan diatas juga belum dimiliki maka satu kunci utama harus memiliki jaringan yang siap memberi permodalan. Bisa dari teman, saudara, koperasi ataupun perbankan. Jika dicermati secara seksama, saat ini sebenarnya banyak orang yang memiliki uang tapi bingung ingin mengembangkan uangnya, dan banyak pula orang yang punya ide usaha namun tidak memiliki uang untuk modal. Untuk itulah jaringan pertemanan bisa menjadi modal untuk mendapatkan modal berupa uang.

Setelah modal berupa uang didapatkan, jangan lupa untuk membuat skala prioritas dalam menggunakan modal tersebut sehingga penggunaannya bisa efektif dan efisien. Beberapa pos anggaran yang dibutuhkan biasanya terdiri dari anggaran pembelian alat, anggaran pembelian bahan, anggaran untuk sewa tempat, anggaran untuk promosi, anggaran untuk SDM, dan lain-lain. Bayarlah semua kebutuhan sesuai dengan prioritas, pertimbangkan juga untuk melakukan penghematan dengan membeli peralatan second (bekas) yang masih bisa digunakan.

5. Menyiapkan sumber daya manusia

Jika modal usaha pas-pasan, untuk merintis jasa cetak sablon sebenarnya bisa dilakukan sendiri dulu dengan dibantu oleh anggota keluarga. Setelah usaha bisa berjalan, secara perlahan bisa mencari orang lain untuk dipekerjakan. Kecuali memang sudah mempunyai cukup modal, semua bisa dirancang dengan membayar orang-orang yang ahli dibidangnya.

Kebanyakan orang yang mulai merintis usaha rumahan cetak sablon pada awalnya hanya menjadi makelar cetakan, ia menjadi marketer bagi “usahanya” sendiri. Ia mencari konsumen sebanyak-banyaknya, mencari tukang cetak, mencari toko bahan-bahan, dan lain sebagainya. Setelah dipastikan ia memiliki pelanggan, maka barulah dia membelanjakan peralatan dan mencari sumber daya manusia untuk mengerjakan pesanan.

Menyiapkan SDM bisa disesuaikan dengan kebutuhan, carilah tenaga kerja yang memang benar-benar mumpuni dibidangnya agar pekerjaan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Baik untuk tenaga produksi, bagian administrasi, bagian promosi, distribusi dan lain sebagainya. Manajemen Sumber Daya Manusia perlu juga dipelajari untuk kemajuan usaha.

6. Menyiapkan bahan dan alat cetak sablon

Sebagai salah satu usaha produksi, jasa cetak sablon tentu membutuhkan berbagai macam peralatan untuk menjalankan usaha. Menyiapkan peralatan dan bahan sablon bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jasa cetak sablon untuk bahan plastik memiliki kebutuhan peralatan yang berbeda dengan yang melayani cetak bahan kertas dan kain. Perbedaan ini terletak pada kerapatan screen yang digunakan, jenis rakel, jenis cat pewarna, jenis obat, dan juga teknik pengerjaannya.

Bahan dan alat untuk cetak sablon bisa dibeli di toko khusus penjual peralatan sablon. Biasanya di setiap kota sudah banyak toko-toko yang melayani berbagai kebutuhan peralatan cetak sablon, untuk itu galilah informasi toko mana yang paling lengkap dan murah untuk belanja peralatan dan bahan sablon.

7. Pemasaran jasa cetak sablon

Pemasaran merupakan satu hal penting untuk dilakukan agar usaha dapat berjalan dengan baik dan bisa mendapatkan order yang melimpah. Pemasaran bisa dilakukan dengan berbagai cara dan strategi, salah satunya misalnya dengan strategi marketing mix (bauran pemasaran) dimana pengusaha bisa mengoptimalkan berbagai lini yang ada. Lini-lini tersebut terdiri dari tujuh hal dan sering disingkat 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, dan Process).

Kegiatan promosi memang menjadi salah satu bagian dari pemasaran, untuk memaksimalkan kegiatan pemasaran ini tentu tidak hanya bisa mengandalkan dari promosi saja, namun semua elemen harus saling terintegrasi dan saling mendukung. Jika pelaksanaan pemasaran bisa dijalankan secara maksimal, tentu akan berdampak yang baik bagi usaha yang dirintis.

8. Memaksimalkan layanan

Mendapatkan pelayanan yang baik merupakan harapan dari semua konsumen. Untuk itulah ciptakan standar pelayanan yang akan dijadikan sebagai acuan bagi seluruh sumber daya manusia yang ada dalam usaha rumahan cetak sablon. Dengan pelayanan yang baik ,maka bisa dipastikan pelanggan akan tetap setia dan tidak akan lari ke tempat lain.

Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Jenis Kertas untuk Kemasan
29 November 2017

Jenis Kertas untuk Kemasan yang Sering Digunakan Jenis Kertas untuk Kemasan – Pernah tidak mengalami ketika akan mencetak kemasan namun... selengkapnya

6 Hal yang Harus Tercantum pada Label Kemasan Makanan
21 March 2018

Label Kemasan Makanan – Perhatikan 6 Hal Penting Berikut Label Kemasan Makanan – Bisnis makanan kian menjamur seiring dengan masyarakat... selengkapnya

Apa Itu Paper Bag ?
7 November 2017

Apa Itu Paper Bag ? Apa itu paper bag? Mungkin diantara anda ada yang bertanya, apa itu yang disebut paper bag... selengkapnya

Contoh Undangan Pernikahan Unik
16 January 2018

Contoh Undangan Pernikahan Unik Contoh Undangan Pernikahan Unik – Membuat rangkaian acara pernikahan yang berkesan bisa dilakukan dengan berbagai cara,... selengkapnya

Printer Infus Lebih Awet dan Tahan Lama Dengan Ink Stabilizer atau Dumper CISS
21 March 2018

Printer Infus Lebih Awet dan Tahan Lama Dengan Ink Stabilizer atau Dumper CISS Printer Infus Lebih Awet – Artikel yang... selengkapnya

Mengenal Cetak Offset
20 February 2018

Mengenal Cetak Offset Mengenal Cetak Offset – Offset printing merupakan salah satu jenis percetakan yang biasa digunakan dalam bisnis percetakan... selengkapnya

Peluang dan Tantangan Usaha Digital Printing
20 February 2018

Peluang dan Tantangan Usaha Digital Printing Usaha Digital Printing – Semakin banyak orang yang memutuskan untuk berwirausaha maka akan semakin... selengkapnya

Paper Bag Promosi Pilihan Tepat untuk Branding
23 October 2017

Paper Bag Promosi Pilihan Tepat Untuk Branding Paper bag promosi merupakan salah satu jenis tas atau kantong yang digunakan untuk... selengkapnya

Kelebihan Lain dari Tas Kertas yang Fashionable
23 October 2017

Tas Kertas yang Fashionable Tas Kertas yang Fashionable – Anda tentunya sangat membutuhkan kehadiran shopping bag untuk membawa barang belanjaan yang... selengkapnya

Sejarah Percetakan Yang Harus Anda Ketahui
7 November 2017

Sejarah Percetakan Yang Harus Anda Ketahui Sejarah Percetakan – Berikut informasi mengenai sejarah percetakan yang perlu Anda ketahui. Sebenarnya percetakan... selengkapnya

Merintis Usaha Rumahan Cetak Sablon